Pages

Senin, 15 Oktober 2012

Pencak Silat

Sejarah Pencak Silat dan Perkembangannya

Pencak Silat sebagai bagian dari kebudayaan bangsa Indonesia berkembang sejalan dengan sejarah masyarakat Indonesia. Dengan aneka ragam situasi geografis dan etnologis serta perkembangan zaman yang dialami oleh bangsa Indonesia, Pencak Silat dibentuk oleh situasi dan kondisinya. Kini Pencak Silat kita kenal dengan wujud dan corak yang beraneka ragam, namun mempunyai aspek-aspek yang sama. Pencak Silat merupakan unsur-unsur kepribadian bangsa Indonesia yang dimiliki dari hasil budi daya yang turun temurun. Sampai saat ini belum ada naskah atau himmpunan mengenai sejarah pembelaan diri bangsa Indonesia yang disusun secara alamiah dan dapat dipertanggung jawabkan serta menjadi sumber bagi pengembangan yang lebih teratur. Hanya secara turun temurun dan bersifat pribadi atau kelompok latar belakang dan sejarah pembelaan diri inti dituturkan. Sifat-sifat ketertutupan karena dibentuk oleh zaman penjajahan di masa lalu merupakan hambatan pengembangan di mana kini kita yang menuntut keterbukaan dan pemassalan yang lebih luas.

Sejarah perkembangan Pencak Silat secara selintas dapat dibagi dalam kurun waktu :
a. Perkembangan sebelum zaman penjajahan Belanda
b. Perkembangan pada zaman penjajahan Belanda
c. Perkembangan pada zaman penjajahan Jepang
d. Perkembangan pada zaman kemerdekaan
a. Perkembangan pada zaman sebelum penjajahan Belanda
Nenek moyang kita telah mempunyai peradaban yang tinggi, sehingga dapat berkembang menjadi rumpun bangsa yang maju. Daerah-daerah dan pulau-pulau yang dihuni berkembnag menjadi masyarakat dengan tata pemerintahan dan kehidupan yang teratur. Tata pembelaan diri di zaman tersebut yang terutama didasarkan kepada kemampuan pribadi yang tinggi, merupakan dasar dari sistem pembelaan diri, baik dalam menghadapi perjuangan hidup maupun dalam pembelaan berkelompok.
Para ahli pembelaan diri dan pendekar mendapat tempat yang tinggi di masyarakat. Begitu pula para empu yang membuat senjata pribadi yagn ampuh seperti keris, tombak dan senjata khusus. Pasukan yang kuat di zaman Kerajaan Sriwijaya dan Majapahit serta kerajaan lainnya di masa itu terdiri dari prajurit-prajurit yang mempunyai keterampilan pembelaan diri individual yang tinggi. Pemukupan jiwa keprajuritan dan kesatriaan selalu diberikan untuk mencapai keunggulan dalam ilmu pembelaan diri. Untuk menjadi prajurit atau pendekar diperulan syarat-syarat dan latihan yang mendalam di bawah bimbingan seorang guru. Pada masa perkembangan agama Islam ilmu pembelaan diri dipupuk bersama ajaran kerohanian. Sehingga basis-basis agama Islam terkenal dengan ketinggian ilmu bela dirinya. Jelaslah, bahwa sejak zaman sebelum penjajahan Belanda kita telah mempunyai sistem pembelaan diri yang sesuai dengan sifat dan pembawaan bangsa Indonesia.
b. Perkembangan Pencak Silat pada zaman penjajahan Belanda
Suatu pemerintahan asing yang berkuasa di suatu negeri jarang sekali memberi perhatian kepada pandangan hidup bangsa yang diperintah. Pemerintah Belanda tidak memberi kesempatan perkembangan Pencak Silat atau pembelaan diri Nasional, karena dipandang berbahaya terhadap kelangsungan penjajahannya. Larangan berlatih bela diri diadakan bahkan larangan untuk berkumpul dan berkelompok. Sehingga perkembangan kehidupan Pencak Silat atau pembelaan diri bangsa Indonesia yang dulu berakar kuat menjadi kehilangan pijakan kehidupannya. Hanya dengan sembunyi-sembunyi dan oleh kelompok-kelompok kecil Pencak Silat dipertahankan. Kesempatan-kesempatan yang dijinkan hanyalah berupa pengembangan seni atau kesenian semata-mata masih digunakan di beberapa daerah, yang menjurus pada suatu pertunjukan atau upacara saja. Hakekat jiwa dan semangat pembelaan diri tidak sepenuhnya dapat berkembang. Pengaruh dari penekanan di zaman penjajahan Belanda ini banyak mewarnai perkembangan Pencak Silat untuk masa sesudahnya.
c. Perkembangan Pencak Silat pada pendudukan Jepang
Politik Jepang terhadap bangsa yang diduduki berlainan dengan politik Belanda. Terhadap Pencak Silat sebagai ilmu Nasional didorong dan dikembangkan untuk kepentingan Jepang sendiri, dengan mengobarkan semangat pertahanan menghadapi sekutu. Di mana-mana atas anjuran Shimitsu diadakan pemusatan tenaga aliran Pencak Silat. Di seluruh Jawa serentak didirkan gerakan Pencak Silat yang diatur oleh Pemerintah. Di Jakarta pada waktu itu telah diciptakan oleh para pembina Pencak Silat suatu olarhaga berdasarkan Pencak Silat, yang diusulkan untuk dipakai sebagai gerakan olahraga pada tiap-tiap pagi di sekolah-sekolah. Usul itu ditolak oleh Shimitsu karena khawatir akan mendesak Taysho, Jepang. Sekalipun Jepang memberikan kesempatan kepada kita untuk menghidupkan unsur-unsur warisan kebesaran bangsa kita, tujuannya adalah untuk mempergunakan semangat yang diduga akan berkobar lagi demi kepentingan Jepang sendiri bukan untuk kepentingan Nasional kita.
Namun kita akui, ada juga keuntungan yang kita peroleh dari zaman itu. Kita mulai insaf lagi akan keharusan mengembalikan ilmu Pencak Silat pada tempat yang semula didudukinya dalam masyarakat kita.
d. Perkembangan Pencak Silat pada Zaman Kemerdekaan
Walaupun di masa penjajahan Belanda Pencak Silat tidak diberikan tempat untuk berkembang, tetapi masih banyak para pemuda yang mempelajari dan mendalami melalui guru-guru Pencak Silat, atau secara turun-temurun di lingkungan keluarga. Jiwa dan semangat kebangkitan nasional semenjak Budi Utomo didirikan mencari unsur-unsur warisan budaya yang dapat dikembangkan sebagai identitas Nasional. Melalui Panitia Persiapan Persatuan Pencak Silat Indonesia maka pada tanggal 18 Mei 1948 di Surakarta terbentuklah IPSI yang diketuai oleh Mr. Wongsonegoro.
Program utama disamping mempersatukan aliran-aliran dan kalangan Pencak Silat di seluruh Indonesia, IPSI mengajukan program kepada Pemerintah untuk memasukan pelajaran Pencak Silat di sekolah-sekolah.
Usaha yang telah dirintis pada periode permulaan kepengurusan di tahun lima puluhan, yang kemudian kurang mendapat perhatian, mulai dirintis dengan diadakannya suatu Seminar Pencak Silat oleh Pemerintah pada tahun 1973 di Tugu, Bogor. Dalam Seminar ini pulalah dilakukan pengukuhan istilah bagi seni pembelaan diri bagnsa Indonesia dengan nama Pencak Silat yang merupakan kata majemuk. Di masa lalu tidak semua daerah di Indonesia menggunakan istilah Pencak Silat. Di beberapa daerah di jawa lazimnya digunakan nama Pencak sedangkan di Sumatera orang menyebut Silat. Sedang kata pencak sendiri dapat mempunyai arti khusus begitu juga dengan kata silat.
Pencak, dapat mempunyai pengertian gerak dasar bela diri, yang terikat pada peraturan dan digunakan dalam belajar, latihan dan pertunjukan.
Silat, mempunyai pengertian gerak bela diri yang sempurna, yang bersumber pada kerohanian yang suci murni, guna keselamatan diri atau kesejahteraan bersama, menghindarkan diri/ manusia dari bela diri atau bencana. Dewasa ini istilah pencak silat mengandung unsur-unsur olahraga, seni, bela diri dan kebatinan. Definisi pencak silat selengkapnya yang pernah dibuat PB. IPSI bersama BAKIN tahun 1975 adalah sebagai berikut :
Pencak Silat adalah hasil budaya manusia Indonesia untuk membela/mempertahankan eksistensi (kemandirian) dan integritasnya (manunggalnya) terhadap lingkungan hidup/alam sekitarnya untuk mencapai keselarasan hidup guna meningkatkan iman dan taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Pencak Silat

Jumat, 12 Oktober 2012

Tari Jaipong


Sejarah Tari Jaipong Dan Perkembangannya

Sebelum Jaipongan ini muncul, terdapat beberapa pengaruh yang melatarbelakangi bentuk tari pergaulan ini. Contohnya, tari pergaulan adalah pengaruh dari Ball Room yang biasanya dalam pertunjukan tari-tari ini identik dengan ronggeng dan pamogoran. 
Dalam tari pergaulan, ronggeng tidak lagi digunakan untuk kegiatan upacara, tetapi berfungsi sebagai hiburan dan acara pergaulan. Ronggeng dalam seni pertunjukan dianggap mempunyai daya tarik sehingga mengundang simpati kaum pamogoran, seperti pada tari Ketuk Tilu. Tarian ini sangat populer di kalangan masyarakat Sunda, tepatnya pada 1916. 
Tari Ketuk Tilu adalah seni pertunjukan rakyat yang hanya didukung oleh alat-alat sederhana, seperti waditra yang mencakup rebab, kendang, dua buah kulanter, tiga buah ketuk, dan gong. Selain itu, gerak tariannya tidak mempunyai pola gerak yang baku dan kostum penarinya juga sederhana (mencerminkan kerakyatan). 
Bersamaan dengan pudarnya tari Ketuk Tilu, mantan pamogoran (penonton yang berperan aktif dalam seni pertunjukan Ketuk Tilu/Doger/Tayub) beralih perhatiannya kepada seni pertunjukan Kliningan. Di daerah Pantai Utara Jawa Barat (Karawang, Bekasi, Purwakarta, Indramayu, dan Subang) lebih dikenal dengan nama Kliningan Bajidoran yang peristiwa pertunjukan dan pola tariannya hampir sama dengan kesenian sebelumnya, yaitu Ketuk Tilu. 
Di Karawang, beberapa pola gerak pertunjukan bajidoran diambil dari tari Topeng Banjet yang cukup digemari di daerah itu. Tarian ini juga masih memperlihatkan pola-pola tradisi (Ketuk Tilu) jika dilihat dari unsur koreografis. Gerakannya masih mengandung unsur bukaan, pencungan, nibakeun, dan lain-lain. Gerakan-gerakan inilah yang pada akhirnya menjadi cikal bakal penciptaan tari Jaipongan. 
Tari Jaipongan yang diciptakan oleh Gugum Gumbira ini awalnya diberi nama Ketuk Tilu karena tari ini adalah hasil pengembangan dari Ketuk Tilu. Karya pertamanya ini masih begitu kental dengan warna ibing Ketuk Tilu (segi koreografi dan iringannya). Kemudian, tari ini menjadi terkenal dengan sebutan Jaipongan.
Tarian Jaipong ini akan terlihat lebih menawan ketika dibawakan oleh beberapa penari. Gerakan yang sama dalam tempo yang cepat membuat mata yang memandang tak berkedip. Apalagi yang mempunyai pikiran kotor, gerak pinggul penari Jaipong adalah satu gerak yang menjadi pusat perhatian. Hal inilah yang terkadang memberikan kontoversi terhadap salah satu kesenian daerah satu ini. Memang sulit untuk mengendalikan pikiran penonton ketika melihat penari Jaipong yang sedang beraksi.

Perkembangan Tari Jaipong

Daun Pulus Keser Bojong dan Rendeng Bojong adalah karya Jaipongan pertama yang mulai dikenal luas masyarakat. Kedua jenis tari ini termasuk dalam tari putri dan tari berpasangan (putra dan putri). Dari tarian inilah lahir penari Jaipong yang hebat, seperti Tati Saleh, Yeti Mamat, Eli Somali, dan Pepen Dedi Kurniadi. 
Keberadaan Jaipongan memberi pengaruh yang besar terhadap para seniman tari untuk lebih giat lagi menggali jenis tarian takyat lainnya. Selain itu, dampak lainnya adalah banyaknya para pencinta seni tari yang menyelenggarakan kursus-kursus tari Jaipongan. 
Pada 1980-1990-an, Gugum Gumbira menciptakan beberapa tarian baru, seperti Toka-toka, Sonteng, Setra Sari, Pencung, Kuntul Mangut, Iring-iring Daun Puring, Rawayan, dan Tari Kawung Anten. Tarian-tarian ini melahirkan penari-penari Jaipong terkenal, seperti Iceu Effendi, Yumiati Mandiri, Miming Mintarsih, Nani, Erna, Mira Tejaningrum, Ine Dinar, Ega, Nuni, Cepy, Agah, Aa Suryabrata, dan Asep.

Tari Jaipong Sekarang

Tari Jaipong merupakan salah satu identitas kesenian Jawa Barat. Tari ini seringkali dipentaskan saat acara-acara penting, seperti penyambutan tamu dari negara asing yang datang ke Jawa Barat. Jaipongan juga sering diikutsertakan dalam misi-misi kesenian ke luar negeri. Tanggapan masyarakat dunia tentang tarian satu ini juga cukup bagus. Mereka bahkan dengan senang hati ikut menari. Walaupun terlihat mudah hanya tinggal menggoyang-goyangkan pinggul, ternyata menari Jaipong itu tidak semudah kelihatannya.
Gerakan Jaipongan itu sangat dinamis dan energik. Hanya penari yang mempunyai stamina bagus saja yang akan bisa menarikan tarian ini dengan mudah. Bagi yang baru belajar, pasti akan terlihat betapa kakunya pinggang sang penari. Tarian yang mirip dengan tarian dari Betawi ini kadang dianggap sebagai tarian yang terlalu seksi. Goyang pinggul penari yang terlalu panas bisa membuat suasana semakin panas. Tidak mengherankan kalau tarian ini sempat akan dilarang tampil bila penampilan para penari dianggap terlalu seronok.
Tari Jaipong juga banyak dipelajari oleh para artis. Mereka menganggap tari Jaipong itu akan membentuk tubuh menjadi cukup seksi dan tidak harus ke Fitness Center lagi. Di antara artis yang terkenal mampu menarikan tari Jaipong dengan cukup baik adalah Camelia Malik. Walaupun tubuhnya sudha sangat tambun dan usianya sudah tidak muda lagi, gerakan tari Jaipong yang dilakukan oleh sang biduan dangdut ini masih cukup luwes dan enak dipandang.
Untuk kaum muda atau artis muda yang juga mampu menarikan tarian Jaipong dengan luwesnya adalah Denada. Tubuh Denada yang dahulunya cukup berisi, sekarang terlihat langsing dan singset berkat gerakan dalam tarian Jaipong. Tidak dapat dipungkiri bahwa gerakan tari Jaipong memang sangat energik dan mampu menggerakan semua anggota tubuh sehingga lemak di pinggang, perut,  dan paha, akan tergerus dengan cepat.
Keringat akan mengucur dengan deras. Bagi pemula, gerakan tarian dari Jawa Barat ini cukup berat. Dianjurkan untuk tidak terlalu memporsir tenaga. Lakukan dahulu gerakan pemanasan dan gerakan sederhana sebelum sedikit demi sedikit mulai melakukan gerakan yang cukup sulit. Bila telah latihan untuk sekian lama dan dirasa tubuh sudah mulai lentur, barulah melakukan gerakan tarian Jaipong yang lebih rumit dan masuk dalam regu.
Melakukan gerakan bersama-sama membutuhkan kekompakan dan kesamaan gerakan yang serasi. Kalau satu penari Jaipong dianggap tidak mampu mengimbangi penari yang lain, semua gerakan keseluruhan menjadi tidak terlalu sedap dipandang mata.

Anggapan Masyarakat Tentang Tari Jaipong

Bagi masyarakat Jawa Barat, Jaipongan telah menjadi bagian dari budaya mereka. Mereka mencintai budaya ini. Walaupun sekarang tampaknya tidak banyak lagi anak muda yang mempelajari tari Jaipong. Terutama ketika Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heriawan, mengungkapkan buah pikirannya tentang tarian yang dipandangnya cukup erotis.
Sebenarnya gerakan Jaipongan ini ada yang tidak terlalu cepat. Kecepatannya memang tergantung pada musik dan keinginan para penonton dan kesanggupan sang penari. Tetapi sepintas memang terlihat sangat menggoda terutama di bagian pinggul dan pantat. Apalagi ketika ada saweran dan yang memberikan saweran boleh ikut menari. Tidak jarang laki-laki yang memberikan saweran itu menyentuh atau mencoba menyentuh tubuh penari Jaipong. Yang lebih parah lagi adalah penonton senang dengan tingkah laku orang yang memberikan saweran yang mencoba menggoda penari. Mereka bersorak ketika terlihat penari yang mencoba menghindar.
Keadaan ini dianggap sudah melenceng dari tujuan diadakannya Jaipongan di satu acara. Tentu saja bagi Gubernur Jawa Barat yang cukup religius tersebut, adalah tanggung jawabnya melindungi rakyatnya dari perbuatan zinah atau perbuatan yang mendekati zinah.
Melihat keadaan tersebut, sebaiknya tari Jaipong dikembalikan kepada tujuan penciptaannya semula. Tidak terlalu vulgar walaupun masih mempertontonkan atraksi yang menarik dan atraktif.

Tari Jaipong 


Rabu, 10 Oktober 2012

Sejarah Gerakan Pramuka

Sejarah Gerakan Pramuka

Kenyataan sejarah menunjukkan bahwa pemuda Indonesia mempunyai saham besar dalam pergerakan perjuangan kemerdekaan Indonesia serta ada dan berkembangnya pendidikan kepramukaan nasional Indonesia. Dalam perkembangan pendidikan kepramukaan itu tampak adanya dorongan dan semangat untuk bersatu, namun terdapat gejala adanya berorganisasi yang Bhinneka.
Organisasi kepramukaan di Indonesia dimulai oleh adanya cabang “Nederlandse Padvinders Organisatie” (NPO) pada tahun 1912, yang pada saat pecahnya Perang Dunia I memiliki kwartir [[besar sendiri serta kemudian berganti nama menjadi “Nederlands-Indische Padvinders Vereeniging” (NIPV) pada tahun 1916. Organisasi Kepramukaan yang diprakarsai oleh bangsa Indonesia adalah Javaanse Padvinders Organisatie; berdiri atas prakarsa S.P. Mangkunegara VII pada tahun 1916.

Kenyataan bahwa kepramukaan itu senapas dengan pergerakan nasional, seperti tersebut di atas dapat diperhatikan pada adanya “Padvinder Muhammadiyah” yang pada 1920 berganti nama menjadi “Hisbul Wathon” (HW); “Nationale Padvinderij” yang didirikan oleh Budi Utomo; Syarikat Islam mendirikan “Syarikat Islam Afdeling Padvinderij” yang kemudian diganti menjadi “Syarikat Islam Afdeling Pandu” dan lebih dikenal dengan SIAP, Nationale Islamietishe Padvinderij (NATIPIJ) didirikan oleh Jong Islamieten Bond (JIB) dan Indonesisch Nationale Padvinders Organisatie (INPO) didirikan oleh Pemuda Indonesia. 

Hasrat bersatu bagi organisasi kepramukaan Indonesia waktu itu tampak mulai dengan terbentuknya PAPI yaitu “Persaudaraan Antara Pandu Indonesia” merupakan federasi dari Pandu Kebangsaan, INPO, SIAP, NATIPIJ dan PPS pada tanggal 23 Mei 1928. Federasi ini tidak dapat bertahan lama, karena niat adanya fusi, akibatnya pada 1930 berdirilah Kepanduan Bangsa Indonesia (KBI) yang dirintis oleh tokoh dari Jong Java Padvinders/Pandu Kebangsaan (JJP/PK), INPO dan PPS (JJP-Jong Java Padvinderij); PK-Pandu Kebangsaan). PAPI kemudian berkembang menjadi Badan Pusat Persaudaraan Kepanduan Indonesia (BPPKI) pada bulan April 1938.

Sejarah gerakan pramuka Indonesia - Antara tahun 1928-1935 bermuncullah gerakan kepramukaan Indonesia baik yang bernafas utama kebangsaan maupun bernafas agama. kepramukaan yang bernafas kebangsaan dapat dicatat Pandu Indonesia (PI), Padvinders Organisatie Pasundan (POP), Pandu Kesultanan (PK), Sinar Pandu Kita (SPK) dan Kepanduan Rakyat Indonesia (KRI). Sedangkan yang bernafas agama Pandu Ansor, Al Wathoni, Hizbul Wathon, Kepanduan Islam Indonesia (KII), Islamitische Padvinders Organisatie (IPO), Tri Darma (Kristen), Kepanduan Azas Katholik Indonesia (KAKI), Kepanduan Masehi Indonesia (KMI).

Sebagai upaya untuk menggalang kesatuan dan persatuan, Badan Pusat Persaudaraan Kepanduan Indonesia BPPKI merencanakan “All Indonesian Jamboree”. Rencana ini mengalami beberapa perubahan baik dalam waktu pelaksanaan maupun nama kegiatan, yang kemudian disepakati diganti dengan “Perkemahan Kepanduan Indonesia Oemoem” disingkat PERKINO dan dilaksanakan pada tanggal 19-23 Juli 1941 di Yogyakarta. Nah, itulah sekilas mengenai sejarah gerakan pramuka Indonesia mudah-mudahan bermanfaat. 
 
Sejarah Gerakan Pramuka

Senin, 08 Oktober 2012

Pungguk membiarkan bulan

Kisah Pungguk membiarkan bulan

Masih dia berfikir keras menyikapi masalah ini, dahinya tampak membiru karena terlalu banyak bersujud meminta bantuan jawaban kepada tuhannya, matanya tampak hitam karena terlalu dalam melihat dalam lubuk hatinya dan dalamnya pikiran yang akan membuat keputusannya itu. Sungguh dia sekarang bukan manusia yang bisa diajak bicara tentang kesenangan dan senyuman. Tersirat jelas dia dalam keadaan tertimpa gunung masalah yang begitu besar dalam hidupnya.
Masalah yang setiap hari selama 10 tahun dia takutkan. Dan sekarang masalah itu benar-benar datang kepadanya. Sudah 10 tahun dia memikirkan masalah tersebut dan penyelesaian yang akan dia pakai untuk masalah tersebut. Tapi sekarang, ketika masalah itu sudah menyapanya, dia tidak bisa apa-apa.
“mas, ceraikan aku” kata-kata dari istrinya kepadanya.
Untuk sesaat kata-kata itu menbuat waktu berhenti dan membuatnya memasuki ruang waktu yang luas tak berujung. Yang ada hanya masa-masa yang berterbangan mengelilinginya dan menuntunnya untuk segera pergi ke ujung yang tak tampak.
“mas…..!”tiba-tiba suara istrinya menariknya dari ruang waktu tersebut.
Dia menatap istrinya dengan penuh tanda Tanya, yang sebenarnya dia sendiri sudah tahu jawabanya. Karena hal tersebut sudah dia pikirkan sejak 10 tahun yang lalu. Tapi entah kenapa misteri tatapanya kepada isterinya begitu besar. Seakan-akan itu adalah gunung besar yang selalu dia lihat di pagi hari ketika cuaca cerah, tapi selalu dia ingin memanjat gunung itu, ingin mengetahui gunung itu dan ingin mengetahui seberapa besar gunung itu.
“kenapa dik…..?”tanyanya.
“aku bertemu seseorang yang menginginkanku dan aku juga mengingnkannya”jawabnya dengan sedikit ragu dan takut.
“siapa orang itu?”
“Atasanku, orang luar”
“aku fikirkan dulu”dengan wajah sendu di menuju ke kamarnya dan mengunci diri.
Waktu itu adalah hari yang sangat membahagiakan bagi dia, hari dimana dia akan menikahi gadis cantik laksana putri dari desa. Sungguh itu merupakan hari yang begitu berarti baginya. Seorang bungkuk yang mendapatkan istri yang cantik dan masih muda. Sebuah impian yang akan menjadi kenyataan.
Istrinya merupakan gadis umur 15 tahun dari desa terpencil di sebuah kota kecil. Sungguh beruntung si bungkuk menikahi gadis kecil tersebut, meskipun pernkahannya merupakan pernikahan yang di paksakan oleh orang tua gadis kecil tersebut.
Hari-hari mereka berjalan seperti keluarga biasa umumnya, meskipun banyak omongan-omongan dari orang-orang sekitar. Tapi mereka tidak memperdulikannya. Bahkan mereka dikaruniai 2 orang anak yang tampan dan normal.
Istrinya merupakan gadis desa yang lugu yang dari kecil sudah di didik untuk menghormati suaminya. Istrinya tersebut selalu merawat keluarganya dengan sabar dan penuh perhatian, tidak pernah dia mengeluh ataupun menentang suaminya. Dia benar-benar menghormati suaminya dengan tulus dan ikhlas.
Begitupun suaminya yang sayang dan mencintai istri dan anak-anaknya. Tidak pernah dia marah-marah atau bahkan memukul istrinya. Keluarga mereka begitu bahagia.
Hingga suatu hari sang istri di ajak kakaknya untuk kerja di luar kota guna menambah penghasilan keluarga mereka yang pas-pasan. Dengan berat hati suaminya pun mengijinkannya mencari kerja ke luar kota.
Disana istri si bungkuk berkenalan dengan orang luar yang menjadi atasannya. Istri dan orang luar itupun semakin dekat dan saling menyukai. Dan akhirnya orang luar itupun mengajaknya menikah.
Kini lelaki bungkuk itu termenung dikamarnya, sudah dua hari dia tidak keluar kamar, tidak makan dan minum. Dia begitu terpukul dan sangat-sangat berat menghadapi masalah ini. Istrinya yang dia anggap adalah bidadari untuknya memintanya untuk menceraikannya. Sungguh ironis, dulu dia adalah pungguk yang mendapatkan bulan. Kini dia di minta untuk melepaskan bulan tersebut. Dia sungguh sangat mecintai istrinya dan rela mati untuknya. Tapi jika disuruh untuk meninggalkannya, sungguh sangat berat. Apakah cinta memang tidak harus memiliki?, tapi dia sudah menjadi miliknya.
Akhirnya, dia keluar dari pertapaannya dalam perenungan yang hebat.
“apakah kamu mencintainya”Tanya suaminya.
“iya”istrinya menjawab singkat dan agak ragu.
“apakah kamu tidak pernah mencintaiku?”
dengan mata penuh air yang akan tumpah istrinya menjawab. “aku juga mencintaimu”
“kenapa”suaminya bertanya.
“karena kau yang mengajariku mencintai dan dicintai, ketulusanmu dalam mencintaiku tidak aku ragukan. Tapi cintaku kepadamu merupakan cinta yang aku bangun dengan kehormatanku dan kehormatanmu sebagai suamiku”
“lalu kenapa kau mencintainya?”
“karena aku mencintainya dengan kebebasan hatiku, kepuasan gejolak hidupku, dan dia adalah orang yang aku cintai tanpa aku tahu kenapa aku mencintainya.”
“apakah setelah ini kau akan tetap mencintaiku seperti dulu”
“iya, mencintaimu dengan kehormatan. Karena hanya itu yang bias aku berikan kepadamu”
“kalau begitu kau aku ceraikan”
Lima tahun pun berlalu. Dan wanita yang telah bukan istrinya selalu mengunjunginya. Dan dia juga tetap melayaninya dengan cintanya yang dia berikan dulu.
Cerpen Karangan: agus

Pungguk membiarkan bulan 

Kamis, 04 Oktober 2012

Menggambar Foto Wajah

Trik Menggambar Foto Wajah


Menggambar foto wajah selain sebagai hobi dapat juga berguna untuk pengembangan kemampuan visual dalam menggambar sebuah objek yang realis, seperti objek manusia atau objek tiga dimensi lainnya dalam bidang dua dimensi.
Terdapat dua macam menggambar foto wajah; yang pertama yaitu memindahkan wajah dalam foto ke bidang gambar semirip mungkin dan yang kedua memindahkan wajah dalam foto ke bidang gambar hanya dengan mengambil esensi dari wajah yang akan digambar. Pada kasus yang pertama dibutuhkan kemampuan visual yang cermat serta pengetahuan dasar mengenai anatomi wajah manusia. Sedangkan pada kasus yang kedua selain memiliki kamampuan visual dan pengetahuan anatomi wajah, juga dibutuhkan kemampuan membaca karakter dari objek.
Beberapa tips dalam menggambar foto wajah:
  1. untuk mempermudah proses penggambaran, sangat dianjurkan untuk membiasakan mata kita melihat objek yang akan digambar, dalam hal ini foto wajah yang akan digambar
  2. Peletakan objek yang akan digambar juga sebaiknya berdekatan atau seolah-olah berdekatan dengan bidang gambar
  3. Arah mata kita harus selalu berpindah-pindah dari bidang objek ke bidang gambar.
Berikut adalah proses cepat bertahap penggambaran foto wajah hitam-putih menggunakan pensil;
  • Setelah terbiasa melihat objek yang akan digambar, mulailah menarik garis sketsa menggunakan pensil F, H atau HB untuk membuat bidang mata kemudian diteruskan ke bidang hidung dan mulut. Setelah itu buat bidang kepala, telinga dan rambut. Setelah selesai maka sketsa gambar kepala ini menjadi acuan untuk menggambar bagian tubuh lainnya. Tidak perlu menggambar keseluruhan objek seperti terlihat dalam foto, dengan cara ini bisa menambah keindahan pada gambar.
  • Pertegas garis-garis sketsa yang sudah ada menggunakan pensil 2B, sehingga objek yang tergambar mulai terlihat bentuknya. Seperti biasa mulailah dari mata, karena bentuk mata adalah kunci keberhasilan dari seluruh proses. Pada tahap ini, memori kita terhadap wajah asli sang objek (bukan dalam foto) sangat dibutuhkan. Diantaranya memori mengenai lekukan-lekukan wajahnya dan beberapa ekspresi wajahnya. Hapus garis-garis sketsa yang tidak diperlukan apabila mengganggu.
  • Setelah selesai mempertegas garis sketsa, maka mulailah memberi arsiran sesuai pencahayaan dalam foto, dimulai dari mata. Cukup dengan arsiran kasar mengunakan pensil 2B, jangan terlalu runcing atau terlalu tumpul. Berikan karakter garis pada bidang-bidang tertentu; seperti pipi, hidung, telinga dan lekukan kain pada baju. Pada tahap ini gambar akan terlihat seperti komik.
  • Sentuhan akhir menggunakan pensil mulai dari HB hingga 6B (menggunakan HB dan 2B sudah cukup). Pertegas lagi garis-garis tepi serta garis-garis karakter menggunakan pensil 2B runcing. Rapatkan arsiran menggunakan pensil HB tumpul, kemudian timpa dengan pensil 2B tumpul. Untuk menambah hasil yang lebih realis, gosok hasil arsiran dengan lembut menggunakan ujung jari, kapas atau penghapus. Setelah semuanya selesai, untuk menambah nilai seni dan keindahan dari gambar tersebut, bubuhkan tandatangan Anda.
  • Pada teknik menggambar foto wajah berwarna selain dibutuhkan kemampuan seperti pada menggambar hitam putih juga dibutuhkan kemampuan dalam pencampuran warna, ini dikarenakan warna kulit manusia bukan merupakan warna primer. Pencampuran warna juga tidak hanya dari satu media saja melainkan bisa dari beberapa media atau biasa disebut mix-media.
  • Mix-media dapat dilakukan dengan mencampur dua media pewarna seperti pensil warna dengan soft pastel, pensil warna dengan studio marker, cat air dengan pensil warna atau yang paling sederhana pensil warna dengan pensil grafit dan sebagainya. Dari pengalaman penulis mix-media bisa diterapkan sampai empat media pewarna; pensil grafit, soft pastel, pensil warna dan studio marker. Tahapannya adalah sebagai berikut;
  • Setelah sketsa menggunakan pensil grafit, gunakan soft pastel sebagai pewarna dasar kemudian gunakan pensil warna sebagai penegas warna dasar. Pertegas garis sketsa menggunakan pensil grafit runcing atau pensil warna runcing berdasarkan warna alami pada objek kemudian gunakan pensil warna tumpul untuk memberikan efek kedalaman dan gelap-terang. Agar arsiran menjadi halus lakukan gosokan perlahan menggunakan kapas atau cotton bat. Terakhir gunakan studio marker untuk highlights dan warna kontrasnya, sambil di gosok dengan jari atau cotton bat selagi marker masih basah.

 Menggambar Foto Wajah

Rabu, 03 Oktober 2012

Belajar Kaligrafi

Teknik Dasar Belajar Kaligrafi

1. Ilmu Penunjang
Beberapa hal yang mempengaruhi gaya pemikiran dan bentuk kreativitas terkait dengan kaligrafi Arab antara lain kajian seputar al-Qur’an dan bahasa Arab serta cabang-cabang yang terkait dengannya.

2. Bakat
Banyak orang yang menganggap bahwa bakat merupakan satu-satunya jalan mulus untuk memperoleh sesuatu. Dalam kaligrafi, bakat hanya mempunyai peranan kecil dalam mempercepat belajar dan mendapatkan hasil. Sesungguhnya yang menentukan cepat atau lambannya belajar kaligrafi adalah latian yang kontinyu disertai kesabaran dan ketekunan.


3. Guru atau Buku Panduan
Guru yang memandu jalannya proses belajar hana mampu berperan dalam memberi motivasi, memberi teori dalam latihan, dan lainnya yang berhubungan dengan pengajaran atau latihan. Jadi pemandu yang profesional akan lebih bisa membantu dalam belajar dan mempercepat hasil yang baik.

4. Peralatan Tulis
Peralatan yang harus dipersiapkan sebelum memulai penulisan kaligrafi terdiri dari dua jenis, yaitu perakatan pokok dan peralatan pendukung. Peralatan pokok ada empat sebagaimana seorang penyair Arab melukiskan putaran perempat dalam senandungnya :
Seperempat tulisan ada pada hitam tintanya , Seperempat: indahnya kreasi sang penulis, Seperempat ada pada kalam/pena:Engkau serasikan potongannya. Dan pada kertas-kertas pada faktor keempat.
Jadi ada empat faktor sekaligus penentu kualitas suatu karya yaitu: Pertama tinta yang jelas atau sejenisnya termasuk cat. Kedua kelihaian sang penulis yang dalam hal ini tangannya mahir menggerakkan pena. Ketiga adalah kalam atau pena yang terpotong rapi atau sejenisnya seperti kuas, bambu. Keempat adalah kertas yang bagus atau sejenisnya seprti kain kanvas, tripleks, tembok dll.
Kertas yang merembes sangat menyulitkan goresan. Tingkat kemiringan pelatuk pulpen juga harus disesuaikan, karena setiap gaya khat idealnya ditulis oleh pulpen dengan tingkat kemiringan pelatuk yang berbeda-beda. Posisi umum pelatuk ketika berada dipermukaan kertas berkisar antara 60° s/d 90°. Adapun rinciannya : Khat Naskhi berkisar 75° s/d 85°, Khat Tsuluts berkisar antara 75°s/d 90°, Khat Riq’ah berkisar antara 60° s/d 65°, Khat Diwani berkisar antara 85° s/d 90°, Khat Diwani Jali berkisar antara 80° s/d 90°, dan Khat Farisi berkisar antara 75° s/d 85°. Khat Kufi tidak memakai sistem ini. Tidak hanya kertas dan pena, tinta juga harus dipilih yang bermutu, namun semuanya tetap berpulang kepada kecerdikan dan kepiawaian sang khattat.

5. Kondisi Psikologis
Kondisi psikologis juga mempengaruhi dalam proses belajar guna memperoleh hasil. Namun kondisi ini lebih banyak diketahui oleh penulis sendiri.

B. Mengolah Kalam/Pena

Pulpen atau dalam bahasa Arabnya Qalam merupakan suatu karakter tersendiri bagi penggunanya. Ada yang menyukai pulpen mahal, karena menyangkut gaya atau gengsi. Pulpen mewah bermerk Waterman misalnya, sempat mengisi saku orang-orang ternama dunia seperti Ratu Mary dari Kerajaan Belgia, Ratu Rumania, Kaisar Cina dan Presiden AS Bell Clinton. Ada juga pulpen mewah lain seperti Montblanc Sailor atau Montegrappa model Solitaire Royal bertatahkan berlian dan emas yang harganya puluhan juta bahkan ratusan juta rupiah melalui pesanan khusus. Pulpen apapun yang penting pelatuk atau mata penanya bagus dan potongannya rapi tetap bisa menghasilkan tulisan yang bagus, tidak mesti yang mewah seperti pulpen tersebut diatas.
Mata pena pulpen cair idelalnya digunakan untuk tulisan selebar 2-3 mm. Untuk ukuran lebih lebar, dapat digunakan kalam lain seperti tangkai bambu, ranting kayu, roan, handam, batang emas, batang enau atau aren. Sedangkan kapur tulis atau dobel pensil dapat digunakan untuk mendesain tulisan yang lebih lebar lagi dari ukuran kalam-kalam tersebut. Pada dasarnya kalam dapat dibuat dari apa saja yang memngkinkan. Asal banyak akal, benda sederhana seperti kayu dapur atau ranting di tempat sampah dapat dijadikan kalam. Spidol besar atau kecil yang mata penanya dipotong miring dan ditipiskan jga dapat dijadikan bahan kalam khat.

Setelah menyiapkan bahan-bahan yang dibutuhkan, kalam dapat diolah dengan tahap-tahap sebagai berikut :

a. Ambillah sepotong ranting bambu atau sejenisnya yang lurus, kira-kira 20 cm sebesar jari telunjuk dan kelingking. Bisa juga spidol atau pena yang mata penanya belum dipotong.
b. Ratakan ujung bambu atau spidol tersebut agar rapi. Kemudian rautlah perut kalam dari bagian salah satu sisi untuk sejenis bambu dan rautlah dari bagian samping kanan dan kiri untuk sejenis spidol dengan pisau tajam atau cutter
c. Potonglah ujung mata penanya dalam bentuk moncong ke kanan atau miring dengan kemiringan ± 45° atau menurut kebutuhan.
d. Agar tinta lebih banyak tersimpan dan supaya aliran tintanya lancar serta teratur, belahlah gigi kalam, persis seperti ujung kalam yang biasa digunakan. Dan dibuatkan lubang kecil pada muara aliran tinta tersebut di tengahnya persis.seperti mata pena pulpen cair.
e. Agar rapi dan halus, gosoklah ujung mata pena dengan amplas. Hendaknya diperhatikan, bahwa pada dasarnya potongan ujung kalam tidak harus tajam tipis seperti pisau, tetapi dibikin agak tumpul dan rata menurut ukuran yang dianggap layak. Mata pena metal atau pulpen cair dapat dipotong miring langsung kemudian mata penanya dihaluskan dengan amplas besi atau digosok diatas tegel, keramik, atau kaca. Saat penghalusan, perut kalam harus berisi tinta untuk menguji coba tingkat kehalusan goresan
f. Setelah proses tersebut selesai, barulah kalam siap untuk digunakan.
Sedangkan peralatan pendukung dalam menulis kaligrafi untuk menambah kemudahan dan kelancaran adalah seperti pensil, penghapus, penggaris, tip-ex, cutter, kertas tissu dan kondisi ruangan yang baik. 

C. Teknik Dasar Penulisan Kaligrafi

Setelah langkah awal sudah dipersiapkan dengan maksimal, seseorang yang ingin berlatih menulis kaligrafi harus mengetahui terlebih dahulu teknik dasar atau kiat-kiatnya. Walaupun kelihatannya berlatih kaligrafi adalah kegiatan plagiat atau meniru tulisan yang sudah ada sebelumnya, namun dengan tanpa mengetahui teknik dasarnya maka kenerhasilan akan sulit diperoleh atau kemungkinan suksesnya 20 %. Sedangkan dengan mengetahui teknik akan membuat kemungkinan sukses 80 %. Teknik dasar yang dimaksud disini adalah cara memegang pena. Memegang pena adalah syarat utama dalam mencapai kesuksesan menulis kaligrafi. Yang dimaksud memegang pena adalah meletakkan posisi mata pena diatas kertas. Hampir 100 % kegagalan dalam berlatih kaligrafi disebabkan kesalahan dalam meletakkan posisi mata pena diatas kertas dengan kemiringan yang hampir berbeda-beda dari tiap jenis khat. Tingkat kemiringan mata pena telah disinggung diatas.

Adapun kiat pendukung yang harus dilakukan untuk menunjang teknik dasar adalah :

i. Konsisten, artinya dalam memegang pena, posisi mata pena harus sesuai dengan jenisnya dan posisi tersebut harus tetap konsisten (tidak berubah) kecuali pada kondisi atau pada huruf-huruf tertentu.
 
ii. Kontinue, artinya kegiatan tulis-menulis ini harus dilakukan terus-menerus secara rutin agar tangannya tidak kaku. Hal ini harus dijaga terus, apalagi pada masa-masa awal yang masih labil, sebab hampir 50 % kegagalan seseorang meraih kesuksesan dalam berlatih kaligrafi dikarenakan inkontinue.
 
iii. Evaluasi, hal ini bisa dilakukan dengan menyetorkan hasil tulisan kepada guru atau teman yang dipandang mampu mengoreksi.
Selain itu masih ada beberapa kiat yang terkait dengan kemahiran tangan dalam menggerakkan pena pada goresan yang benar dan hal ini dikenal dengan teknik pelemasan, yaitu :
1. Membuat garis lurus dengan menggunakan pulpen atau pensil yang arahnya dari atas ke bawah dan sebaliknya serta dari kanan ke kiri atau sebaliknya.
2. Membuat garis melengkung atau lingkaran dengan menggunakan pulpen yang arahnya sama dengan poin nomor 1.

Menulis dengan pensil atau pulpen bentuk-bentuk hurufnya selanjutnya ditebalkan dengan spidol yang telah dipotong miring.

Belajar Kaligrafi

    Selasa, 02 Oktober 2012

    Membuat Lirik Lagu

    Tips Menulis Lirik Lagu


    Mencari ide dan tema lagu


    Kebanyakan lagu terlahir dari pengalaman hidup si pengarang lagu. Lagu yang terlahir dari pengalaman hidup apalagi didukung oleh alunan nada yang kuat akan membuat lagu lebih berkarakter dan seakan mempunyai ruh.

    Walaupun bukan dari pengalaman pribadi, ide lagu juga bisa didapat dari peristiwa sehari-hari di sekitarmu, pengalaman teman, dari cerita sinetron, cerita film, novel, bahkan hanya dari hasil imajinasi. Yang penting saat menuangkan ke dalam lirik lagu kamu harus bisa menghayati dan terbawa dalam cerita atau imajinasi tersebut, sehingga ide bisa tertuang dengan ungkapan yang kuat.

    Agar lagu bisa booming, tema lagu bisa juga diambil dari peristiwa yang sedang hangat disekitar kita, misalnya seperti pada lagu:
                Andai Ku Gayus Tambunan,
                Nurdin Turun Dong,

    atau tema diambil dari istilah atau idiom yang sedang populer di masyarakat misalnya: SMS (Inul), Online (Saykoji), Jamilah Jamidong (E’capede) dll.

    Merangkai lirik lagu



    Pertama rencanakan gagasan apa saja yang akan disampaikan di dalam lirik lagu. Kemudian tuangkan apa saja yang ada dalam perasaan kamu ke dalam kalimat bebas sesuka
    kamu. Biarkan ide-ide kamu mengalir bebas, jangan dipaksakan. Lirik lagu yang terlalu dipaksakan membuat lagu seakan tidak mempunyai ruh sehingga pesan yang akan disampaikan lewat lagu tidak akan sampai kepada pendengar lagu.

    Selanjutnya susun kembali menjadi ungkapan yang padat dan mengena.
    Jangan terpaku pada sajak karena kamu bukan menulis puisi. Keteraturan sajak bisa membuat lagu terdengar indah, tetapi terlalu terpaku pada sajak bisa membatasi kebebasan menuangkan ide ke dalam lagu.

    Ungkapkan pesan yang akan kamu sampaikan dengan gaya penulisan yang beda  karena mungkin orang akan bosan jika mendengar ungkapan itu-itu saja. Gaya kamu di dalam menulis lagu akan menentukan jiwa dan kekuatan lagu. Sesuaikan gaya penulisanmu dengan warna lagu dan trend gaya di eramu. Lagu yang terlalu puitis seperti era 70-an tidak cocok lagi dengan trend saat ini.

    Serasikan antara lirik dengan ritme dan nada lagu, jika belum pas gunakan padanan kata atau padanan ungkapan yang tepat dan sesuai, misalnya:
                kita bisa diganti kau dan aku, aku dan kamu atau diriku dan dirimu
                aku cinta kamu  bisa diganti kumencintaimu , atau aku mencintai dirimu
                sekarang bisa diganti kini , atau saat ini

    Tak ada salahnya menggunakan kata-kata atau ungkapan yang unik atau yang sedang populer. Dewiq sukses menghasilkan banyak lagu hit dengan cara ini, misalnya pada lagu: OK, Lelaki Cadangan, BeTe, dll

    Menggunakan ungkapan yang unik apalagi didukung alunan nada yang serasi akan membuat lagu tersebut selalu diingat orang, bahkan tanpa dilagukanpun orang akan tahu lagu tersebut., misalnya:
    Ooh kamu ketahuan pacaran lagi …. (Matta)
    Tapi buka dulu topengmu… (Peterpan)
    Coba kita bertanya pada rumput yang bergoyang … (Ebiet G.A.D)
    Separuh jiwaku pergi … (Anang)
     
    Membuat Lirik Lagu